Hukum

KPK Tetapkan PT Loco Montrado Sebagai Tersangka Korupsi di PT Antam

15
×

KPK Tetapkan PT Loco Montrado Sebagai Tersangka Korupsi di PT Antam

Sebarkan artikel ini
Gedung KPK -
Gedung KPK di Setiabudi, Jakarta Selatan.

Jatvia.com Jatvia.com, JAKARTA – Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo menyampaikan bahwa pihaknya telah menetapkan korporasi yakni PT Loco Montrado sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi kerja sama pengolahan anoda logam dengan PT Aneka Tambang (PT Antam Tbk) Tahun 2017.

Budi mengatakan bahwa penetapan tersangka korporasi itu dilakukan sejak Agustus 2025.

Semangat Pemuda

“KPK telah menetapkan PT LCM sebagai tersangka korporasi dalam perkara kerja sama pengolahan anoda logam PT Antam,” kata Budi dalam keterngannya, Selasa (14/10/2025).

Dalam perkara ini, KPK sudah lebih dulu menetapkan dua tersangka. Mereka adalah Siman Bahar dan Dodi Martimbang selaku General Manager Unit Pengolahan PT Antam.

Dodi telah kini sudah dijatuhi hukuman pidana penjara 6,5 tahun. Dia dinyatakan telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan PT Antam sebesar Rp 100.796.544.104,35.

Sementara, status tersangka Siman Bahar sempat gugur setelah Hakim Pengadilan Jakarta Selatan (PN Jaksel) mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukannya.

KPK pun kembali menetapkan Siman Bahar sebagai tersangka untuk yang kedua kalinya. Namun, KPK belum melakukan penahanan terhadap Siman Bahar lantaran sedang sakit.

Dalam prosesnya, KPK telah menyita uang tunai sejumlah Rp100,7 miliar dari tersangka Siman Bahar pada Senin, 4 Agustus 2025. Uang itu disetorkan atas kerugian negara dalam kasus ininke rekening penampung milik KPK.

KPK mengungkap PT Anta menjalin kerja sama dengan PT Loco Montrado untuk pengolahan anoda logam. Namun dalam pelaksanaannya, diduga terjadi perbuatan melawan hukum.

Di antaranya, penggelembungan nilai kontrak, manipulasi harga, serta ketidaksesuaian antara volume produksi dan nilai yang dilaporkan. Hal itu mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 100,796 miliar.